08 Juli 2026
5 menit membaca
Tim rumahbaru.co
Ulasan Properti

The Sherwood Residence menawarkan dua pilihan desain fasad, RED dan GREEN, serta view 360° dari gunung, kota, hingga persawahan. Cluster ini adalah yang pertama di Summarecon Bogor digarap oleh Hadiprana Design, firma arsitektur legendaris Indonesia.
Hadiprana Design bukan sekadar nama besar. Firma yang didirikan pada 1975 oleh Hadiprana, desainer interior legendaris, telah menangani serangkaian proyek prestisius. Di tengah dominasi firma internasional, SWA atau PAI, yang biasa merancang cluster Summarecon sebelumnya, sentuhan Hadiprana menghadirkan perspektif arsitektur lokal yang kental. Bagi calon pembeli, ini berarti desain yang akrab dengan iklim dan budaya Indonesia, bukan sekadar adaptasi gaya global.
Dua pilihan fasad ini mengartikulasikan dualitas: kemewahan klasik versus kesederhanaan modern tropis, pendekatan yang jarang ditemukan di satu cluster. Ini bukan sekadar variasi cat tembok, melainkan pernyataan desain yang tegas.
Sherwood bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang menghidupkan warisan arsitektur Indonesia dalam keseharian. Kini, kita lihat lebih dekat kedua wajah fasad yang ditawarkan.
Fasad RED atau GREEN bukan sekadar pilihan warna, ini pernyataan gaya hidup. RED mengusung Neo-Klasik ‘Elegant Romance’ dengan ornamen anggun, sementara GREEN tampil modern tropis ‘Refined Serenity’ yang lebih ringan dan terbuka.
Pada fasad RED, garis tegas, pilar, dan proporsi klasik menciptakan kesan megah namun intim, pas untuk penyuka gaya formal dan elegan. Detail kusen jendela besar dan balkon ber-railing besi memperkuat nuansa romantis Eropa. Sebaliknya, fasad GREEN menonjolkan garis horizontal, overhang atap lebar, dan bukaan yang mengundang sirkulasi udara alami. Semua mencerminkan filosofi tropis yang santai tetapi tetap berkelas.
Keduanya dilengkapi carport untuk 1–2 mobil serta balkon yang menghadap lanskap hijau atau pemandangan sekitar. Anda yang menentukan: ingin pulang ke rumah berkarakter klasik Eropa atau hunian yang menyatu dengan alam tropis? Keindahan fasad ini kemudian semakin bermakna dengan view 360° yang dijanjikan.
View 360° sering dilebih-lebihkan, tetapi di Sherwood bukan gimmick. Letaknya di elevasi menguntungkan, sehingga setiap rumah menyuguhkan panorama berbeda-beda: utara, hamparan sawah dan Gunung Salak; timur, matahari terbit di balik Gunung Gede; selatan, siluet kota Bogor yang berkelap-kelip malam hari; barat, matahari terbenam di belakang Gunung Pangrango.
Kekayaan lanskap seperti ini jarang dimiliki cluster perumahan biasa. Biasanya hanya unit sudut yang mendapat pemandangan istimewa. Di Sherwood, orientasi unit dan tata letak kavling dirancang agar tiap penghuni bisa menikmati minimal dua hingga tiga arah view, tanpa terhalang tembok tetangga. Ini bukan kebetulan, arsitek merancangnya sebagai bagian integral dari hunian.
Bagi pencinta privasi visual, pemandangan ini juga berarti tidak ada tetangga yang langsung mengintip ruang tamu Anda. Tinggal di sini serasa memiliki vila pribadi di pegunungan, namun tetap terhubung ke fasilitas kota. Lalu, seberapa mudah akses ke fasilitas itu? Berikut ulasannya.
Akses dekat ke Gerbang Tol Bogor Selatan adalah nilai jual utama Sherwood. Gerbang ini membuka dua arah langsung ke Jakarta dan pusat Kota Bogor. Dibanding cluster premium Summarecon lain seperti Ebony atau Maple, Sherwood bisa menghemat waktu tempuh beberapa menit ke pintu tol, penghematan yang signifikan bagi komuter harian.
Waktu tempuh ke Jakarta sekitar 30 menit melalui Tol Jagorawi, meski kondisi lalu lintas sangat menentukan. Namun, karena pintu tol begitu dekat, Anda tidak perlu menerobos kemacetan internal kawasan yang sering terjadi di jam sibuk. Untuk transportasi publik, Stasiun KRL Bojong Gede dapat dijangkau dalam 15 menit.
Alhasil, keluarga yang bekerja di Jakarta mendapat keseimbangan ideal antara kenyamanan suburban dan konektivitas urban. Setelah akses terkonfirmasi, kini kita telaah apakah banderol harganya sepadan.
Harga pre-launch Sherwood: mulai Rp3,6 miliar untuk GREEN 8x18, hingga Rp4,6 miliar untuk RED 10x18. Angka ini memposisikannya di segmen menengah-atas Bogor. Bandingkan dengan cluster lain di Summarecon Bogor, harganya justru terasa wajar.
Ebony, di rentang Rp2,1–3,8 miliar, tidak menawarkan desain arsitek khusus dan view 360°. Sementara Maple, yang berada di atas Rp8 miliar, memberikan luas tanah lebih besar dan eksklusivitas tinggi. Sherwood mengisi celah di antaranya: desain Hadiprana, pemandangan langka, akses tol cepat, tanpa banderol premium ekstrem.
Harga ini bersifat indikatif pre-launch, belum termasuk PPN atau biaya lain. Pengembang Summarecon Agung Tbk juga belum merilis skema KPR resmi. Namun, rekam jejak kawasan ini cukup meyakinkan: 1.774 unit terjual dan 1.540 unit serah terima per Juli 2026.
Bagi yang mengincar rumah berdiferensiasi kuat tanpa melonjak ke super luxury, proposisi nilai Sherwood sulit ditolak. Dengan data harga ini, wajar jika muncul pertanyaan kritis. Silakan simak jawabannya.
Lima pertanyaan paling kritis dari calon pembeli, berikut jawabannya:
1. Harga Rp3,6–4,6 miliar untuk rumah di Bogor, kemahalan?
Dibanding nilai yang didapat, harga ini tidak kemahalan. Desain Hadiprana, view 360°, dan akses tol langsung adalah fitur yang tidak dimiliki cluster lain di kisaran harga serupa. Ebony yang lebih murah (Rp2,1–3,8 M) tidak menawarkan arsitektur eksklusif. Maple di atas Rp8 M memang lebih mewah, tapi dengan luas tanah lebih besar. Sherwood mengisi celah ideal: sesuatu yang di atas standar tanpa loncat ke harga ultra premium.
2. Sudah jadi atau masih rencana?
Hingga Juli 2026, Sherwood masih pre-launch: belum ada fisik bangunan. Artinya, saat ini pembeli membeli ‘konsep dan janji’. Namun, rekam jejak Summarecon Agung Tbk yang telah menyerahterimakan ribuan unit di kawasan ini cukup meyakinkan. Kepastian lanjutan akan diumumkan saat peluncuran resmi.
3. Fasilitas internal cluster apa saja?
Detail fasilitas internal belum diumumkan. Brosur menonjolkan dua varian fasad dan integrasi lanskap tropis sebagai daya tarik utama. Di sisi lain, fasilitas kawasan seperti Gunung Geulis Golf Resort, KioSpace, dan Sekolah Kipina sudah beroperasi dan bisa langsung digunakan.
4. Skema KPR dan perkiraan cicilan?
Developer belum merilis mitra bank atau simulasi KPR. Gambaran kasar: dengan harga Rp3,6 miliar, DP 20%, tenor 20 tahun, suku bunga 7%, cicilan bulanan sekitar Rp22 juta. Angka ini sangat bergantung kebijakan bank dan suku bunga saat akad.
5. Potensi apresiasi nilai properti?
Potensi apresiasi patut dipertimbangkan. Kawasan Summarecon Bogor baru 30% tergarap dari total ±500 hektar, masih banyak pengembangan infrastruktur dan fasilitas yang akan mengerek nilai properti. Penghargaan Best Township Development 2024 menjadi sinyal pengakuan pasar. Rencana mal besar dan kereta gantung semakin menguatkan prospek kenaikan harga.
Sherwood Residence tidak untuk semua orang. Profil ideal penghuninya:
Sherwood bukan sekadar rumah; ini pernyataan gaya hidup yang terkurasi. Kolaborasi desain lokal dan panorama alam menjadikannya pilihan menonjol di antara ratusan kluster di Bogor. Temukan listing properti eksklusif lainnya di Bogor →.
Data spesifikasi, harga, dan biaya yang disebutkan dalam artikel ini bersumber dari materi pre-launch Summarecon Bogor, telah diverifikasi oleh tim editorial RumahBaru.co.
Temukan properti yang relevan dengan artikel yang baru anda baca